Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh………
Sdr-sdrku baik dari etnis bugis maupun makassar, saya mengajak kita semua untuk segera meninggalkan budaya saling serang dan saling hujat, seharusnya sejarah membuat kita semua menjadi lebih dewasa baik dalam berfikir maupun bertindak, tidak perlu saling menuduh tetapi alangkah baiknya jika kita saling mendukung untuk membangun Sulawesi Selatan menjadi Propinsi yang berwibawa dan bermartabat
Saya asli orang bugis Bone (Ke 2 orang tua berasal dari Ds. Paejo, Kec. Ulaweng, sekitar 22 km dari Kota Bone) dan besar di Kota Makassar atau Mangkasara, kemudian sekarang berdomisili di Mataram (Pulau Lombok)
Saya sering merasa bangga dan tersanjung jika etnis lain di Nusantara ini bercerita tentang kebesaran 3 kerajaan masa lalu di Sulawesi Selatan, yaitu Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone dan Kerajaan Luwu, lalu kenapa sekarang kita yang tidak terlibat dalam sejarah dan tidak mengetahui secara jelas permasalahan masa lalu, saling serang, saling hujat, apa untungnya beradu parang atau badik yang konsekwensinya sama sama menderita, kalah jadi abu menang jadi arang.
Atau apakah ini hanya segelintir orang yang suka diadu/mengadu domba sementara dia bukan domba…………….atau domba-domba yang berwujud manusia ????????, jika betul demikian alangkah sedihnya arwah parah pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya berjuang demi kenyamanan generasi penerus bangsa ini.
Kita jangan bangga dengan badik atau parang yang kita miliki, karena semua akan berakhir dengan kesedihan dan penyesalan.
Isilah waktu dan kesempatan yang ada untuk mengejar PRESTASI dibidang bidang yang dapat memberikan nilai positif, jadilah kebanggan orang tua,bangsa dan negara yang kita cintai ini.
Amin………….










