Quantcast
Channel: Komentar untuk Tanah Bone Bumi LaTenriTatta
Viewing all 567 articles
Browse latest View live

Komentar di keberanian Arung Palakka oleh Lan Andi

$
0
0

sukanya dan tidaknya hanya ALLAH yg mengetahuinya saudara ,,,mulut tu bagus2 sedikit nanti ada wija2 lampana bone kasi benjol mulutmu,,,,,


Komentar di Arung Palakka, Sang Jagoan Batavia oleh Ronny Rachman

$
0
0

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh………
Sdr-sdrku baik dari etnis bugis maupun makassar, saya mengajak kita semua untuk segera meninggalkan budaya saling serang dan saling hujat, seharusnya sejarah membuat kita semua menjadi lebih dewasa baik dalam berfikir maupun bertindak, tidak perlu saling menuduh tetapi alangkah baiknya jika kita saling mendukung untuk membangun Sulawesi Selatan menjadi Propinsi yang berwibawa dan bermartabat

Saya asli orang bugis Bone (Ke 2 orang tua berasal dari Ds. Paejo, Kec. Ulaweng, sekitar 22 km dari Kota Bone) dan besar di Kota Makassar atau Mangkasara, kemudian sekarang berdomisili di Mataram (Pulau Lombok)

Saya sering merasa bangga dan tersanjung jika etnis lain di Nusantara ini bercerita tentang kebesaran 3 kerajaan masa lalu di Sulawesi Selatan, yaitu Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone dan Kerajaan Luwu, lalu kenapa sekarang kita yang tidak terlibat dalam sejarah dan tidak mengetahui secara jelas permasalahan masa lalu, saling serang, saling hujat, apa untungnya beradu parang atau badik yang konsekwensinya sama sama menderita, kalah jadi abu menang jadi arang.

Atau apakah ini hanya segelintir orang yang suka diadu/mengadu domba sementara dia bukan domba…………….atau domba-domba yang berwujud manusia ????????, jika betul demikian alangkah sedihnya arwah parah pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya berjuang demi kenyamanan generasi penerus bangsa ini.

Kita jangan bangga dengan badik atau parang yang kita miliki, karena semua akan berakhir dengan kesedihan dan penyesalan.
Isilah waktu dan kesempatan yang ada untuk mengejar PRESTASI dibidang bidang yang dapat memberikan nilai positif, jadilah kebanggan orang tua,bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Amin………….

Komentar di KAJAO LALIDDONG oleh azwa

$
0
0

d mana nak cari hikayat lamellong yang penuh..?

Komentar di Arung Palakka oleh randy hadi setiawan

$
0
0

biki malu aja urus suku* urus tu masa depan kalian semua..
tar lagi indonesia habis krna ulah para koruptor…

Komentar di keberanian Arung Palakka oleh http://www.beepershairstudio.com/index.php/member/1716

$
0
0

Way cool! Some very valid points! I appreciate you
penning this write-up plus the rest of the site is extremely good.

Komentar di Arung Palakka, Sang Jagoan Batavia oleh rahmat

$
0
0

tolona ngaseng inne,masyarakat dulu blm ada istilah nasionalisme,blm ada sekolah,jd mereka mash bersifat kedaerahan,baik sultan hasanuddin maupun aru palakka tdk ada yg salah,niat mereka semua baik,hanya sj wktu itu yg berkuasa sultan hasanuddin jd yg lain pasti digambarkan sebagai pemberontak,semua itu sejarah,kita generasi anak bugis makassar tdk sepantasnya bersikap kedaerahan kayak bgitu,saling menghujat,tp qt semua bersaudara sebagai rumpun bugis makassar. qt bersatu tuk membuktikan kapada suku bangsa di negri kita ini klo suku bugis makassar itu suku yg besar,bjiwa pemberani,sekali layar berkembang pantang surut kelautan,siri na pacce,bgitu lah gambaran orang bugis makassar,

Komentar di Arung Palakka oleh I Daengta Maloasa Karaeng Manjakkalak

$
0
0

kita berharap masa depan makassar dan indonesia maju…

Komentar di Arung Palakka oleh iye'

$
0
0

ambon itu lemah dan dongo.. buktinya mudah dikristenkan..


Komentar di Arung Palakka oleh Wijatobone

$
0
0

Fakta membuktikan bahwa orang bone lebih terhormat dri orang gowa, dimana2 orang bone berjaya smpe keluar negri, klo org gowa cma bisa jdi tukang becak n tukang batu. N satu lgi saya pling tidak senang klo penyebutan suku bugis makassar, org bugis tdak prnah mau dianggap org makassar apa lgi khususx org bone. Jdi org makassar jgn slalu mengatakan suku bugis makassar, krena kami gak senang. Kmu makassar n kami bugis. Harus diklarifikasi bhwa suku bugis beda dgn suku makassar.

Komentar di Arung Palakka, Sang Jagoan Batavia oleh Andi Myusuf

$
0
0

kalau bagi saya sultan hasanuddin atau arung palakka sama aja, tidak ada bedanya semuanya haus kekuasaan. tapi, kalau pahlawan bugis menurut saya hanya satu idaman saya yaitu lamaddukelleng arung matoa wajo yang bisa membebaskan wajo dari kekuasaan bone tanpa bantuan belanda. bahkan di keroyok oleh bone dan aliansinya serta belanda masih bisa berhasil membebaskan wajo dari kekuasaan bone itu baru pahlawan sejati.

Komentar di Arung Palakka oleh AGUNG PRABOWO

$
0
0

bone koe….
de’ gaga jago…………………..

Komentar di Arung Palakka oleh muhinhaji@yahoo.com

$
0
0

bone , gowa atau makasar = BUGIS… pada pandangan orang luar yang bukan di sul-sel mereka adalah Bugis… bodoh lah kamu sirumpun bugis yang hidup di tana ugi, jika bergaduh sesama nana tana Ugi…rakyat diseberang dari tanah lain akan tertawa melihat kamu bertelagah sesama suku… apabila kamu berpecah, yang sememangnya kamu ini kuat secara genetiknya(kerana darah2 pahlawan, namun bodoh….kerana mudah diapi2apikan oleh lawan dari bukan rumpun bangsa mu)… bak kata pepatah… kuat dan gagah mana pun sikerbau, tetap bodoh juga jika hanya menggunakan kudrat tenaga…akal itu lah yang utama…

Komentar di Arung Palakka oleh muhinhaji@yahoo.com

$
0
0

tetap sebangsa tu geng… BUGIS…hidup ditanah dan menghirup udara yang sama…budaya yang sama…lain lah kalau pulau sul-sel itu kena gempa dah terrpecah dua… itupun memang terpecah 2 jika bangsa BUGIS (gowa, Makasar, bone etc..) saling bertelagah…bangsa ini akan mundur dan ditertawakan oleh bangsa lain di luar pulau sul-sel..memang diakui bangsa ini BUGIS ini kuat,gagah dan bertamadun (kerana ada baju besi..itukan teknologi mcm askar trojen n wiking dieropah…serta tulisannya yang tersendiri…tiada bangsa lain di alam Nusantara yang adal tulisan sendiri selain BUGIS…) namun itu hanya lah tinggalan sejarah… apa nak dibanggakan…sejarah hanya rentetan peristiwa lampau yang dijadikan sempadan…sejarah telah mengajar kita bagaimana supaya bersatu bukan berpecah.. sekuat manapun anda jika hanya menggunakan tenaga tetapi bukan akal alamatnya tewas juga… mcm kerbau@tidong la… kuat tarik baja namun bodoh tidak berakal…kan jadi hamba selamanya..so mahu bangsa BUGIS terus jadi hamba di tanah sendiri… itulah hakikatnya jika terus berpecah!!! org lain sudah kebulan si BUGIS juga sibuk bertelaga dan berangan-angan naik kebulan…kasihan…

Komentar di Arung Palakka oleh I Daengta Maloasa Karaeng Manjakkalak

$
0
0

Sebelum trlalu jauh berdebat, terlebih dahulu sy harus sampaikan bahwa apabila anda adalah muslim maka kita bersaudara, dan untuk tidak trlalu lama berdebat maka sy harus sampaikan bahwa tujuan sy ikut campur adalah meluruskan sejarah yg sudah trlalu jauh bengkok… dan siapa saja yg ingin ikut campur dalam diskusi ini maka tdk ada niat kecuali sling mengingatkan antara saudara kita…
Begini saudara, kata mulia itu sakral. Tdk sembarng yg bisa menyandangnya. Apalagi kalau masuk dlm kanca agama maka kata mulia terkhusus kpd orang mukmin sejati saja. Oleh krena itu jgn sembrang menyematkan kata mulia kpd klompok trtentu hanya krna suku, bangsa dan Negara apalagi pemicunya hanya krna DENDAM kesumat dan ketidak tahuan trhdap sejarah dan nilai2 budaya.

Pengakuan dan memuji muji diri sendiri yg dilakukan oleh orang bugis trkesan bias tanpa ilmu dan cenderung emosional serta ceritanya terlihat ada yg direkayasa. Di lain sisi orang bugis tak henti-hentinya menuduh tetangganya yg tak lain adalah DAENGnya sendiri(Makassar itu kakak(daeng-bhs makassar),dan bugis itu adik(ANDI-bhs makassar). Anggapan orang bugis bahwa orang GOWA atau MAKASSAR kerjanya banyak yg pagoyang becak dan pekerja batu,, maka sy jawab bahwa tuduhan anda adalah tuduhan basi. Dari dulu kalau ada diskusi dan debat budaya itu2 sj senjatanya. Kami muak dgn tuduhan saudara, yg tdk objektif. Kenyataan dilapangan memang ia. Tapi apa saudara sadar kalau setiap daerah, tempat, Negara punya banyak keragaman.(anda juga pasti punya kan?? Kalau tdk prcaya survey maki) Ada yg kerja sampah di jadikan DOLLAR, ada yg krjanya DOLLAR di jadikan sampah, ada yg krjanya Cuma mencuri, merampok, minta2, nyolong, pelayang hidung belang, pagoyang becak, pembunuh. Hal ini justru banyak terdapat di negara2 maju yg bangga dgn prestasinya. Ada juga kerjanya pengusaha, eksekutif, professional, teknisi, pegawai, dosen, CEO, presiden, dll. (ada sy punya cerita: suatu ketika sy singga mngisi bensin di POM bensin, stelah sy isi bensin sy melihat peminta2 yg tdk punya kaki lantas sy turun dari motor untuk sekedar tanya2 darimana asal bapak trnya jawabnya dari BONE”)
Nah… kalau kita kembali menggali sejarah pada masa lampau dan budaya2, dlm hal ini perbandingan antara budaya Makassar dgn bugis. Maka kita akan dapati bagaimana MAKASSAR terangkum dalam akumulasi yg ‘’lengkap’’ sebagai bangsa yg berperadaban tak kalah dgn bangsa bangsa lainnya semacam bangsa Jepang, bangsa Yahudi, bangsa Cina, bangsa Arab dan Eropa. Lengkap disini adalah ada masyarakat, ada raja, ada system pemerintahan, ada agama, ada nilai budaya yg kental, ada sejarah, ada tokoh agama, ada tokoh internasional, ada karya, ada pakaian khas, ada lagu khas, ada tradisi yg khas, ada kitab lontara yg khas yg di buat oleh DAENG PAMATTE AL GOWY AL MAKASSARY, ada pejuang agama, ada kendaraan khas PHINISI YG DI BUAT OLEH KONJO MAKASSAR DI TANA BERU(disinilah para insinyur phinisi), ada imperium kekuasaan yg membentang di nusantara bagian timur, punya harga diri yakni gigih mengusir penjajah kafirin belanda,ada penyebar islam(INGAT LHO BUGIS RAYA BERAGAMA ISLAM BERKAT KEGIGIHAN MAKASAR RAYA BERJUANG DAN MENEMUI RAJA2 DI BUGIS RAYA untuk menerima agama islam, ini indikasi bahwa orang makassar itu hatinya lurus sesui dgn kata ISLAM ALIAS BUKAN PENJAJAH), ada makanan khas yg hight class(coto, konro, songkolo dkk), ada imperium ekonomi, ada pelabuhan internasional, ada ada ada ada dst…..bwweets… baca baik baik sejarah. Inilah yg kami senantiasa pegang setiap kali ada yg berbicara miring tentang kami. Inilah senjata kami. Sementara senjata anda-sebagaimana sy katakan tdi- adalah senta basi dan terlalu kuno. Itupun setiap komunitas bisa mengatasinya.( Dan kami punya ambisi untuk menjadikan Makassar sebagai daerah istimewa kesultanan islam Makassar raya meliputi BULAENG PAMMINASANTA:BULUKUMBA SELAYAR BANTAENG PANGKEP MAROS MAKASSAR GOWA JE’NEPONTO DAN TAKALAR. di mana tdk ada lagi diskriminasi, tdk ada lagi kemiskinan, kebodohan, pagoyang becak dll, pkoknya kita impor tenaga kerja dari tetangga). Apalagi kami bukanlah manusia rendahan. Kami manusia gigih, berani, pejuang, cerdas, punya siri na pace dan seabrek kelebihan lainnya.
Di sisi lain anda tdk punya take record yg baik, tdk punya sejarah yg gemilang. Mau lihat buktinya???.. (baca sejarah)..
Anda tahu siapa pengusir penjajah di sulsel??
Anda tahu siapa pembuat LONTARA??
Anda tahu siapa INSINYUR PHINISI??
Anda tahu dari mana sawerigading dan I LAGALIGO??? Jawabnya”dari orang LUWU alias bukan orang BUGIS”. Beda luwu beda bugis, tpi orang bugis tak henti hentinya ngauwr. Cap sana cap sini, meski bukan dia yg punya. Ini namanya bugisasi. Bugisasi di atas kedustaan.(begitukah orang bugis?? Atau sebagianjiii??)
Anda tahu siapa yg pertama kali dan paling gigih menyebarkan islam di nusantara bagian timur??
Anda tahu bahwa anda dan nenek moyang anda berislam lewat tangan2 nenek moyang kami??(anda harus berterimakasih lho)
Anda tahu siapa pemberani??(jawabnya “yg di akui sendiri oleh musuh bahwa kami adalah AYAM JANTAN DARI TIMUR”) bukan ayam pengecut dan khianat.
Anda tahu siapa yg kerja sama dgn musuh yg menyebabkan bugis dan Makassar jatuh ke genggaman belanda?? Taktik apa yg raja anda pakai sehingga harus kerja sma dgn musuh?? Itukah tak tik perang orang ksatria??? Atau anda tidk tahu bahwa di balik VOC ada yahudi??? Anda tahu yahudiii??? Yahudi tdk bisa di ajak kerja sama??kafir tdk bisa di ajak kerja sama dlm perkara perang dan agama.. trus apa maksud raja anda??? (Sadarkah bahwa raja anda di bsesarkan oleh krajaan GOWA ???eh skalinya bsar malah mebalas dgn air tuba. Sadarkah bahwa hanya satu tujuannya orang Makassar mengirim pasukan dari Bone untuk kerja sama2 membangun benteng pertahanan yakni mebela agama dan tanah air CELEBES dan nusanta.itu artinya raja anda mengkhianati pihak kerajaan, mengkhianati agama, mengkhianati nusantara).Atau memang raja anda trjebak kedalam tak tik musuh yg cerdik itu?? Jawab dgn ilmu yg dalam trhadap sejarah..
Anda tahu bahwa nenek moyang kami (Makassar ku) adalah pedagang2 yg jaya di laut, jaya di rantau dan trkenal dgn dunia maritime yg handalnya. Anda tahu kalau nenek moyang anda aslinya adalah petani??? Jadi anggapan yg berlebihan bahwa orang bugis itu hebat dagang karna dari sononya maka itu tdk benar. Siapa sj bisa dagang, asal mau. Orang bugis nanti brdagang dan merantau pada saat runtuhnya kesultanan islam Makassar. Di mana anda dgn leluasanya kerjasma dgn kompeni. Disis lain psykologi pasukan Makassar trtekan, yg akhirnya banyak yg melarikan diri kluar untuk menjaga siri’nya. Dan pasukan yg tinggal itu tdk lepas dari tkanan karakter, di mana psykologinya berubah dari seorang pejuang yg merdeka ke budak yg kerjanya di bawah bos, trmasuk tukang becak itu contohnya…
Jadi pandangan anda trhadap kami yg begitu jelak dan anda merasa paling mulia, sy heran aja kok bisa??, dari mana sumber kebanggaan dan kemuliaan itu?? Kalau sy jawab dari kecemburuan dan dendam yg terpendam di dada anda. Kenapa bisa karna anda termakan dgn cetakan sejarah yg salah, dimana sekelompok dari anda sibuk menulis di media cetak dan elektronik dalam upaya bugisasi di sul sel. Lihatmi sj tulisan2 bugis di media, selalu mengangkat angkat diri orang bugis, mislal:phinisi dari bugis, bugis pemberani(padahal anteknya belanda-makassarlah pemberani melawan penjajah), konro dan coto dkk dari bugis, lontara dari bugis, baju bodo dari bugis, TUN ABDUL RAZAK dari bugis, syekh yusuf dari bugis, tenri abenf dari bugis dll. Pada hal ini semua dusta di atas tinta…. Kami jelas2 tdk terima.
Dimedia selalu di katakana BUGIS MAKASSAR kalau sumber cerita itu dari orang Makassar, tapi kalau sumber cerita itu dari orang bugis maka media mengatakan dari BUGIS saja atau media tdk prnah menulis MAKASSAR BUGIS. Ini bukti konkrit adanya upaya bugisasi. Jadi andalah yg menagtakan BUGIS MAKASSAR bukan kami karna kami jelas2 tdk terima.
Begitu pula dalam catatan oleh para sejarawan semisal CHRISTIAN PELRAS(CP), dalam bukunya THE BUGIS. Apa yg di ceritakan CP dalam bukunya merupakan kehidupan asli Makassar/atau aktornya orang Makassar. Akan tetapi CP selalu menyebut bugis dalam tiap pembahasannya. Apa maunya CP??? Apakah CP mau melanjutkan misi moyang nya si belanda untuk mengobok obok islam di nusnatara??? Karna dgn agama islam lah orang2 kafir semisal CP giat melakukan upaya konspirasi terselubung melawan derasnya pengaruh islam di nusnatara khususnya di kalangan masyarakat Makassar yg memang terkenal dgn kerajaan islam trbesar di nusantara bagian timur. Sementara di pihak bugis justru di jadikan boneka untuk melawan saudaranya sendiri di mana belanda ongkang kaki dan bertepuk tangan smbil ketawa2 melihat islam seperti itu.
STOP BUGISASI
Dalam hal bahasa, Jika anda merasa bahasa anda halus. Maka logat dan gaya bahasa siapakah yg mewakili sul sel selama ini??? Jawabnya adalah logat Makassar. Bahasa sulsel begitu terkenal dgn kahs Makassar. Jadi jika anda bangga punya bahasa yg halus maka kami katakan itu bukanlah standar kehebatan sesorang. Tapi mampukah dia menerapakan nilai2 yg ada padanya membangun hegemoni tanpa dusta.
Untuk sementara sekian, smoga ada manfaat.
Kalau ada salah mohon di maafkan saudaraku. Sy jg maaf kan saudara.
“Dari saudara anda di seberang layar canggih”

Komentar di Arung Palakka oleh s07alam@gmail.com

$
0
0

Panjangnya km ngomong cess, katanya muslim yg baik.. Netral kh km ngomong itu.. Ujung2nya bela sukumu juga.. Munafik kamu cess.. Bakar aja pecimu.. Nda usah bw2 agama kalo ujung2nya membanggakan sukumu sendiri.
Powered by Telkomsel BlackBerry®


Komentar di Arung Palakka oleh muhinhaji@yahoo.com

$
0
0

Saya diluar tanah Sul-sel, dan begitu mengkagumi sejarah dan tamadun BUGIS (tak kisahlah gawo, bone, makasar atau apa saja…selagi etnik ini berada di Tanah Bugis tetap juga kami pandang Masyarakat Bugis…) jadi saudara ku yg “Masyarakat Bugis” yag berada di Sul-Sel ini jagan lah kamu bertelagah…damai la…isilah kemerdekaan negara kamu dengan usaha untuk maju…bukan lagi mengisi perjuangan yang tiada penghujung…jika “Masyarakat Bugis” ini terus-terus bertelagah, maka peluang kejayaan (ekonomi,politik dan sosial)dalam mengisi kemerdekaan Tanah Bugis dalam Indonesia akan diisi oleh orang luar…..kamu juga yg tertinggal…lihat saudara kamu diluar Sul-Sel yang darah nenek moyangnya keturunan BUGIS…hidup aman dan bersatu tanpa mencurigai….mereka dengan bangganya tampil mengisi kemerdekaan negara mereka samada yang berada di Singapura mahupun Malaysia….akhir mereka ini juga mendapat tempat dalam segenap lapangan…

Komentar di Arung Palakka oleh I Daengta Maloasa Karaeng Manjakkalak

$
0
0

sy tdk membanggakan suku. sy hanya berupaya menjelaskan yg sbnarnya. krna sy muak liat ki semua debat kusir.debat kusir tanpa ilmu.
inti komentar sy adalah: saudara harrus membaca sejarah secara utuh. sy cuma mengingatkan akan bahaya bangga2an. jadi otomatis sy sedikit menjelaskan predikat manusia makassar untuk membuktikan argumenku skaligus membongkar prasangka saudara.
jg tak lupa harus di perhatiakn bahwa bahayanya sejarah cetakan orang asing. mereka hanya ingin mengadudomba kita.

juga tak lupa sy sampaikan : stop lah Bugisasi baik di media maupun di buku.buktinya kami tdk pernah melakukan MAKASSARISAI KAN??(“iniji intinya sa’ribattang agamaku”)
sungguh trus terang itulah yg membuat sy berang dan jengkel shingga ikut andil dalam via ini.apa jadinya nanti sekiranya orang2 makassar muncul sebagai ISRAEL BARU. YAHUDI selama ribuan tahun terus di tindas dan di hanguskan. meskipun turun para nabi dan rasul Allah ditengah2 mereka namun manusia sekan tdk pernah berpikir tentang status orang YAHUDI. sehingga lahirlah CITA2 BESAR YAHUDI YAKNI MENDIRIKAN ISRAEL RAYA DAN INGIN MENGGENGGAM DUNIA. sebagai bukti bahwa yahudilah raja Dunia. sy jg khawatir jika suatu saat nanti makassar raya akan berdiri dan ingin melanjutkn moyangnya makassar dalam visi misinya ingin menguasai nusantara bagian timur (dgn mengusung agama) serta manca negara(thailand,madagaskar,afrika selatan, selandia baru, timor leste, dan australia dll)
bagaimana?
sinyal baru=itu cuman warning tpi bukan canda

Komentar di Arung Palakka oleh muhinhaji@yahoo.com

$
0
0

sy jg khawatir jika suatu saat nanti makassar raya akan berdiri dan ingin melanjutkn moyangnya makassar dalam visi misinya ingin menguasai nusantara bagian timur (dgn mengusung agama) serta manca negara(thailand,madagaskar,afrika selatan, selandia baru, timor leste, dan australia dll)
bagaimana?

maff saudara, saya kurang jelas dengan statment yang dinyatakan sdr seperti perengan diatas….Adakah ini bermaksud tidak mustahil etnik Makasar bangkit dengan mengunakan isu agama?…kalau benarlah pemahaman saya begitu…tapi bukankah bone,gawo,makasar juga seagama di sulawesi?…setahusaya yang begitulah (maklumlah saya kurang arif dgn budaya sul-sel)…jika benar etnik makasar atau bone atau gawo rasa tertindas dikalangan sesama mereka, adakah isu agama dimainkan, bukankah mereka seagama?(kurang jelas…)

Apapun kesudahnya…niat saya sebagai orang luar dari Sul-sel adalah agak kecewa bila melihat sesama kamu bertelagah….kerana hanya beberapa bulan ini saya cuba menghampiri masyrakat sul-sel melalaui searching intrernt dan begitu mashyur budayanya…rupa-rupanya disebaliknya bergolak juga etnik kaumnya…:(

Komentar di Arung Palakka oleh I Daengta Maloasa Karaeng Manjakkalak

$
0
0

saudaraku muhinhaji…trimaksih atas koment2nya…
ini kesempatan untuk saling membuka diri..
tapi sy mau bertanya. knpa saudara hanya bertanya masalah itu saja. coba baca baik2, cerna, hayati tulisan sy diatas betapa banyak yg harus dipertanyakan. soal anda tidak banyak tahu tentang budaya sul sel, sy anjurkan agar belajar dan belajar agar tidak salah kapra.

pertanyaan saudara tentang agama diatas maka dengan rendah hati saya minta sebaiknya saudara kembali dulu belajar tentang sejarah tentang hakikat orang kafir belanda, belajar agama , belajar mencermati perkembangan dunia ini supaya saya tidak capek2 menulis supaya nyambung…

saudaraku…..
saya tetap bersedia membuka diri dan sharing tentang apa saja….
skali lagi trimakasih

Komentar di Arung Palakka oleh wija tau peddi

$
0
0

tabe cedde aja ta”kapaau-pau silessureng narekko de tissengNGi

Viewing all 567 articles
Browse latest View live


Latest Images